Media
adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka menigkatkan
efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam
proses pendidikan dan pengajaran disekolah. Bila media adalah sumber belajar,
maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, ataupun peristiwa
yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan.
Dalam
pemilihan media pengajaran agama, hendaknya disesuaikan dengan tujuan
pengajaran agama itu sendiri, bahan / materi yang akan di sampaikan,
ketersediaan alat, pribadi guru, minat dan kemampuan siswa, dan situasi
pengajaran yang akan berlangsung dan situasi pengajaran yang akan berlangsung
dan lain-lain, sehingga penggunaan media bukan sekedar upaya untuk membantu
guru dalam mengajar, tetapi lebih dari itu, yaitu senagai usaha yang ditujukan
untuk memudahkan siswa dalam mempelajari pengajaran agama.
ALAT
YANG BERSIFAT BENDA
1. Media
tulis, seperti Al-Qur’an, Hadist, Tauhid, Fiqih dan Sejarah
2. Benda-benda
alam seperi manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain
3. Gambar-gambar
yang sudah dirancang seperti grafik
4. Gambar
yang diproyeksikan seperti video, transparan.
Kemudian daripada itu,
media pendidikan agama dapat juga diartikan sebagai semua aktifitas yang ada
hubungannya dengan materi pendidikan agama, baik yang berupa alat yang dapat
diperagakan maupun teknik / metode yang secara efektif dapat digunakan dalam
rangka mencapai tujuan tertentu dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Langkah-langkah
penerapannya:
1. Guru
harus menjelaskan tujuan yang akan dicapai
2. Guru
harus menjelaskan terlebih dahulu apa yang harus dilaksanakan oleh peserta
didik selama proses pembelajaran.
Kelebihannya:
1. Dengan
menggunakan media ini siswa akan lebih mudah memahami
2. Media
yang digunakan mudah untuk didapatkan
3. Bisa
membuat akhlak seseorang menjadi lebih baik
4. Mengajari
mereka perkara-perkara syariat yang mesti diketahui
Kekurangannya:
1. Akan
sulit dimengerti apabila tidak sungguh-sungguh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar